Engkau tak mungkin mengerti cinta tanpa mencintai. Membenci cinta, hanya memanjangkan derita.

Cinta mengharuskan kesetiaan, dan kesetiaan membutuhkan cinta. Sehingga, bukan cinta jika tidak setia.

Cinta itu sederhana. Aku dan kamu, and nobody else. I am for you, and you are for me. Yang lain cuman nonton.

Bagaimana engkau mencintainya, lebih penting daripada dia yang kau cintai.

Api dipadamkan oleh air. Cinta dipadamkan oleh pengabaian.

Satu-satunya hal yang menyisipkan kenyataan dalam kegilaan cinta yang baru adalah biaya hidup yang tidak murah.

Sesungguhnya, tidak ada KETIDAK-PASTIAN CINTA, yang ada adalah orang-orang yang tidak pasti dalam mencintai.

Tapi begitulah cinta, sering disalahkan oleh jiwa-jiwa yang tak berketetapan dalam cintanya.

Bukan cinta yang salah, tapi kita yang salah memilih kekasih, atau mencintainya dengan cara yang salah.

Ditolak adalah kesempatan untuk mencintai lagi.

Cinta yang terkuat adalah cinta yang tak diketahui alasannya.

Cinta adalah pembuka hati. Tidak ada pembenci yang mampu tetap menjadi pembenci, jika cinta memasuki hatinya.

Lebih mudah membenci daripada mencintai. Itu sebabnya, luka cinta bisa menghasilkan dendam yang paling membakar.