Properti adalah bisnis yang kompleks dan mebutuhkan energi. Apa yang memberikan kontribusi pada kesuksesan Anda bervariasi sesuai dengan peranan yang anda mainkan sebagai investor atau broker.

Untuk menjadi seorang profesional, butuh suatu komitmen kerja. Sementara, untuk menjadi seorang enterpreneur diperlukan kebebasan berkreasi. Anda akan berhasil sempurna dalam memimpin perusahaan properti apabila dapat memadukan keduanya.

Jika anda ingin sukses berkesinambungan dalam industri properti, jadikan kata “tidak” berarti “yakinkan saya.”

Lokasi bagi properti tidak hanya berdasarkan geografi, tetapi harus berdasarkan juga bagaimana lokasi itu memenuhi syarat dalam kaitannya dengan penawaran dan permintaan.

Pertahankan objektivitas, lakukan analisis, dan jika itu tidak memberikan memberikan pengembalian ekonomis yang Anda inginkan, tinggalkan investasi properti tersebut.

Dalam industri properti (sama seperti bisnis lainnya), Anda harus berbisnis dengan cara menunjukkan reputasi kualitas, integritas dan kejujuran.

Investasikan lagi keuntungan yang diperoleh untuk membangun aset dengan berinvestasi pada properti lainnya dan bukan membeli barang konsumtif.

Dalam bisnis properti, Anda harus menjadi pemasar yang tangguh.

Sepuluh doktrin dalam bisnis properti, yaitu lokasi dan akses, tema dan master plan, fasilitas, kualitas, lingkungan, layanan, gaya hidup, partisipasi, janji, dan pertambahan nilai.

Mampu bertahan dalam ketidakpastian adalah salah satu syarat berkecimpung dalam bisnis properti.

Saya selalu memilih investasi ketika bisnis properti baru mulai berkembang karena tingkat persaingan masih rendah dan nilai investasi masih minim.

Visi ada pada urutan pertama dan utama dalam bisnis properti. Karena visi adalah guidance (pedoman)

Modal utama membangun sebuah properti bukan dana, tetapi otak.

Pasar komersial yang sehat berarti lebih banyak pekerjaan, kemudian orang-orang bisa membeli rumah karena pasar komersial menggerakkan pasar residential.