Harapan, mimpi dan aspirasi Anda adalah sah-sah saja. Mereka akan membawa Anda terbang melintasi badai dan jika Anda membiarkannya, mereka akan membawa Anda di atas awan-awan.

Harapan yang kuat lahir dari penderitaan yang terpedih. Sekali harapan mati, jalan hidup menjadi gelap dan berbahaya.

Harapan itu ibarat jalan setapak di dalam hutan. Di sana tak pernah ada jalan. Tapi, jika Anda berusaha menelusurinya, pasti jalan itu akan terbuka.

Belajar dari hari kemarin. Hidup untuk hari ini. Milikilah harapan untuk hari esok. Yang penting jangan pernah berhenti untuk berharap.

Antusiasme adalah kekuatan yang membuat harapan Anda bersinar mencapai bintang. Antusiasme adalah cahaya di mata, ayunan langkah, genggaman tangan, aliran keinginan dan energi yang mendesak untuk menjalankan ide-ide Anda.

Pertama-tama tanyakan pada diri Anda, apa kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Lalu persiapkan diri untuk menerimanya. Lalu teruskan untuk memperbaiki yang terburuk.

Ketekunan bisa membuat yang tidak mungkin jadi mungkin, membuat kemungkinan jadi kemungkinan besar, dan membuat kemungkinan besar menjadi pasti.

Mulai dengan sesuatu yang benar ketimbang dengan sesuatu yang bisa diterima.

Persaingan yang tujuannya hanya untuk bersaing, untuk mengalahkan orang lain, tak pernah mendatangkan banyak manfaat.

Jika manajer sembrono dalam hal-hal yang mendasar seperti mengatakan yang sebenarnya, menghargai aturan-aturan moral, melakukan tindakan profesional yang tepat, siapa yang bisa percaya padanya tentang hal-hal lain?

Antusiasme atas semangat yang besar adalah dasar dari semua kemajuan. Dengan antusiasme, akan ada kepandaian, kecakapan dan prestasi. Tanpa antusiasme yang ada hanya alibi.

Memulai sebuah usaha sama dengan berjalan di kawat yang tinggi. Anda hanya bisa menjalaninya jika memusatkan semua perhatian untuk berjalan sampai ke ujung yang satunya.

Selalu diperlukan keadaan gawat untuk kemajuan. Karena adanya kegelapan, maka dibuat lampu. Karena adanya kabut, maka dibuat kompas. Rasa lapar mendorong kita bereksplorasi. Dan adanya depresi mengajari kita tentang nilai sebenarnya dari sebuah pekerjaan.