Orang miskin dan sebagian besar kelas menengah tidak bersedia untuk tidak nyaman. Ingat, hidup nyaman adalah prioritas terbesar mereka.

Orang miskin sering kali mencoba untuk membuktikan bahwa mereka benar. Mereka mengenakan topeng seolah-olah mereka telah mengetahui segalanya, dan hanya sejumlah serangan nasib buruk atau masalah sementara di jagad raya yang telah membuat mereka bangkrut

Orang kaya memahami urutan untuk sukses adalah jadilah, lakukan, milikilah. Orang miskin dan kelas menengah percaya bahwa urutan untuk sukses adalah milikilah, lakukan, jadilah.

Orang miskin dan kelas menengah percaya, bila saya memiliki banyak uang, maka saya bisa melakukan apa yang saya inginkan dan saya akan menjadi sukses. Orang kaya percaya, bila saya menjadi orang yang sukses, saya akan bisa melakukan apa pun yang perlu say

Orang kaya adalah pakar dalam bidang mereka. Orang kelas menengah itu tidak terlalu menguasai bidang mereka. Orang miskin tidak menguasai bidang mereka.

Orang kaya meminta saran dari orang yang lebih kaya dari mereka. Orang miskin meminta saran dari teman mereka, yang sama bangkrutnya dengan mereka.

Bukannya orang yang mempunyai sedikit, tetapi orang yang senantiasa menginginkan lebih itulah yang disebut orang miskin.

Orang kaya berpikir dengan cara tertentu dan orang miskin berpikir dengan cara-cara yang benar-benar berbeda. Dan cara berpikir itu menentukan tindakan mereka sehingga menentukan pula hasil mereka.

Orang kaya berpikir secara berbeda dari orang miskin dan orang kelas menengah. Mereka berpikir secara berbeda tentang uang, kesejahteraan, diri sendiri, orang lain dan segala aspek kehidupan lainnya.

Orang miskin memiliki banyak alasan bagus yang membuat upaya menjadi kaya dan kehidupan orang kaya merupakan masalah. Sebagai akibatnya, mereka tidak merasa benar-benar yakin bahwa mereka benar-benar ingin menjadi kaya.